Thursday, April 21, 2011

Jenayah Siber

Constant holiday updates on social networking sites are a handy way of letting your friends know what you are up to.

But there may be others who have a more sinister interest in your online posts.

Facebook and Twitter users are increasing the risk of being burgled when they announce their holiday plans online, a study has warned.

Opportunist thieves are able to track down an address from a website posting within 60 seconds, research found.

Risk: When holiday plans are posted on Facebook, thieves are able to track down addresses within 60 seconds, researchers found

Risk: When holiday plans are posted on Facebook, thieves are able to track down addresses within 60 seconds, researchers found

Researchers looked at messages such as 'packing my cases' to another which said 'just landed' with a smiley face only hours after their location was given as 'Manchester Airport.'

A quick check on their family name and, for instance, the name of their child's school, cross-referenced with online address databases soon revealed the exact location of their home.

And as they are on holiday, there is a high chance the home is empty, said the authors of the study conducted jointly by Co-operative Travel and Co-operative Insurance.



Half of youngsters update their status when they are about to go on holiday, and these can be read unless they have sufficient privacy settings.

And the growth of wi-fi and internet connections abroad mean they are also telling everyone where they are while away.

Almost half of ten to 15-year-olds (45 per cent) own smartphones which enable them to update their location, status and other details on a much more regular basis.

The survey of 3,000 Britons found that 44 per cent have Facebook friends or Twitter followers that they have never met.

And 37 per cent have insufficient privacy settings to stop strangers looking into their accounts - including potential burglars.

Facebook insists the default settings for under-18s are strict enough to stop posts being read by strangers.

Trevor Davis, Director of Retail Distribution for The Co-operative Travel, said it was no longer enough to simply double lock the front door and stop milk being delivered.

He said: 'The traditional precautions people take to protect their homes whilst they're on holiday are being undermined by the growth in social media.

'This is particularly true for families with teenage children, who perhaps aren't as aware of the need to avoid telling strangers that your house will be unoccupied.

Idyllic destination: More of us are logging on to Facebook and Twitter while we're away and potentially telling thieves our properties are empty

Idyllic destination: More of us are logging on to Facebook and Twitter while we're away and potentially telling thieves our properties are empty

'This year's holidaymakers are likely to be particularly vulnerable, due to the growing availability of wi-fi connections in hotels and resorts.

'This is allowing people to keep updating their accounts while abroad and inevitably raises the awareness that the user is away from home.'

Co-op researchers went online to look at social media sites, including Facebook and Foursquare, to see how easy it is to trace an address for someone on holiday.

The quickest discovery took just one minute.

The posting said 'heading home to pack my case cause me going on holiday for few days'.

Using the person's surname and hometown, the researchers found just two addresses in that town for that surname.

Another message said 'is it wrong to be going on holiday on Friday and wishing you weren't'.

It took just two minutes to track the person after finding the name of their school in an earlier posting and matching their surname to an address near the school.

Another search took just three minutes. The status update said 'has landed' with a smiley face. A few hours later their location had been tagged as 'Manchester Airport'.

A local town was mentioned and there were four addresses in that town relating to the poster's surname but only one which also matched his name and his mother's.

But a Facebook spokesman dismissed the findings as 'scaremongering', saying: ‘It is ridiculous to suggest that using Facebook puts people at greater risk of being burgled.

'On Facebook, people have total control of their privacy, and the default privacy setting for our location service Facebook Places shares your location only when you ask it to – and only with your friends, while default privacy settings are even stricter for under 18s.

'Despite the scaremongering of insurance companies using social networks as a hook for headlines, recorded burglary rates are actually falling.’

Email from Blogger Azmi


Abouti: Sekarang memang mudah kalau nak buat jahat melalui internet. Menurut N Presiden Cyber Security Adli Wahid dalam temuramah Bernama 24 tadi, penipuan website akaun bank, pembelian dan Job scam antara jenayah siber yang popular di Malaysia dan menurut statistik bilangannya semakin bertambah. Memang betul kalau Facebook nafikan laman sosial mereka menjadi pusat aktiviti jenayah siber, tetapi masalahnya pengguna tiada kesedaran dan tidak menghargai privacy diri sendiri. Kempen celik IT scopenya bukan sekadar tahu guna komputer dan internet, tetapi juga sedar bahaya dan jenayah yang boleh berlaku secara langsung atau tidak langsung

Sunday, April 17, 2011

Kisah Idola Kita

Kisah Rasulullah sebagai pengajaran

1) Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah
menampalnya sendiri tanpa
perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu
kambing untuk keperluan
keluarga mahupun untuk dijual.

2) Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat
tiada makanan yang sudah siap
di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda
menyinsing lengan bajunya
untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina
'Aisyah menceritakan "Kalau
Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu
urusan rumahtangga.

3) Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat
berangkat ke masjid, dan
cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang."

4) Pernah baginda pulang pada waktu pagi.
Tentulah baginda amat lapar
waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang
ada untuk sarapan. Yang
mentah pun tidak ada kerana Sayidatina 'Aisyah
belum ke pasar.
Maka Nabi bertanya, "Belum ada sarapan ya
Khumaira?" (Khumaira adalah
panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang
bererti 'Wahai yang
kemerah-merahan')
Aisyah menjawab dengan agak serba salah, "Belum
ada apa-apa wahai
Rasulullah."
Rasulullah lantas berkata, "Jika begitu aku puasa
saja hari
ini." tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

5) Sebaliknya baginda sangat marah tatkala
melihat seorang suami
memukulisterinya. Rasulullah menegur, "Mengapa
engkau memukul isterimu?"
Lantas soalan itu dijawab dengan agak gementar,
"Isteriku sangat keras
kepala. Sudah diberi nasihat dia tetap degil, jadi
aku pukul dia."
"Aku tidak bertanya alasanmu," sahut Nabi s. a. w.
"Aku menanyakan mengapa
engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada
anak-anakmu?"

6) Pernah baginda bersabda, "sebaik-baik lelaki
adalah yang paling baik
dan lemah lembut terhadap isterinya." Prihatin,
sabar dan tawadhuknya
baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung
tidak sedikitpun menjejaskan
kedudukannya sebagai pemimpin umat.

7) Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat.
Dilihat oleh para
sahabat,pergerakan baginda antara satu rukun ke
satu rukun yang lain amat
sukar sekali.
Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah
sendi-sendi
pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara
satu sama lain. Sayidina
Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu
langsung bertanya setelah
selesai bersembahyang,

"Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan
menanggung penderitaan yang
amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?"
"Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sihat dan segar."

"Ya Rasulullah...mengapa setiap kali tuan
menggerakkan tubuh, kami
mendengar seolah-olah sendi bergeselan di tubuh
tuan? Kami yakin engkau
sedang sakit..." desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para
sahabat amat terkejut. Perut
baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai
kain yang berisi batu
kerikil, buat menahan rasa lapar.
Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan
bunyi-bunyi halus setiap kali
bergeraknya tubuh baginda.

"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar
dan tidak punya makanan
kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?"
Lalu baginda menjawab dengan lembut, "Tidak para
sahabatku. Aku tahu, apa
pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi
apakah akan aku jawab di
hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin,
menjadi beban kepada
umatnya?" "Biarlah kelaparan ini
sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak
tidak ada yang kelaparan di
dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di
Akhirat kelak."

8) Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun
makan di sebelah seorang
tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.

9) Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya
direntap dengan kasar oleh
seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di
lehernya. Dan dengan penuh rasa
kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencing
si Badwi di dalam masjid
sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

10) Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt
dan rasa kehambaan yang
sudah sebati dalam diri Rasulullah saw menolak
sama sekali rasa ke tuanan.

11) Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH
langsung tidak dijadikan
sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika
di depan ramai mahupun
dalam keseorangan.

12) Pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya
untuk baginda, baginda
masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari,
terus-menerus beribadah
hinggakan pernah baginda terjatuh lantaran kakinya
sudah bengkak-bengkak.

13) Fizikalnya sudah tidak mampu menanggung
kemahuan jiwanya yang
tinggi.Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah, "Ya
Rasulullah, bukankah
engaku telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih
bersusah payah begini?"
Jawab baginda dengan lunak, "Ya 'Aisyah, bukankah
aku ini hanyalah seorang
hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya
yang bersyukur."

Rasulullah s. a. w. bersabda,"SAMPAIKANLAH PESANKU
WALAUPUN SEPOTONG
AYAT.."

Email dari Blogger

Friday, April 15, 2011

Kematian adik Saiful Syazani Saiful Sopfidee

BERILAH KESEMPATAN UNTUK MENCERITAKAN YANG SEBENARNYA..

pastambun - Posted by Greenboy



Kematian adik Saiful Syazani Saiful Sopfidee telah menggemparkan Negara. Pembawaan cerita oleh media telah mengejutkan semua pihak termasuk saya yang menjadi mangsa kepada penceritaan media berkenaan isu tersebut. Peristiwa berlaku apabila seorang guru agama sebuah sekolah dikatakan telah mendera seorang pelajar berusia 7 tahun hingga menyebabkan kematian pelajar tersebut.

Boleh kita baca bagaimana ‘jahat’nya guru tersebut dengan pendedahan media seperti,

“Selepas memukul kepala, suspek dikatakan `naik hantu’ dan menggoncang badan mangsa serta menolaknya dengan kuat ke dinding yang dipercayai punca utama murid itu mengalami pendarahan dalam kepala dan komplikasi jantung” – harian metro- (boleh baca lanjut dengan tajuk, cikgu ambil nyawa )

“Saiful Syazani meninggal dunia selepas tiga hari dilaporkan koma, akibat dibelasah guru yang juga seorang warden di sekolah agama persendirian selepas disyaki mencuri RM7 di asrama sekolah. Dalam kejadian Khamis lalu itu, mangsa diikat kedua-dua tangan pada tingkap dan dibelasah bertalu-talu sebelum dihempas ke dinding hingga menyebabkannya mengalami pendarahan organ dalaman” – JPM Malaysia -

Setelah kita mengikuti kes tersebut melalui media yagn membuat liputan, maka kita telah menghukum dengan rasminya bahawa sungguh jijik dan jahat perbuatan guru tersebut.

Namun disana, saya masih curiga akan kisah yang berlaku. Dengan izin dan kesempatan yang diberikan Allah, telah menggerakkan hati saya dan pimpinan GAMIS ( Akram dan Nazry ) melawat tempat kejadian dan rumah arwah di Jejawi, Perlis. Kami kesana atas kerja rasmi GAMIS dan berkesempatan menziarahi rumah arwah.

CERITA SEBENAR

Setibanya kami di sekolah berkenaan, ustaz waqar ( sahabat baik kepada guru agama yang dituduh ‘membunuh’) menyambut kami dengan mesra dan penuh ukhwah. Kami terus dibawa kerumah ayah angkat arwah terletak lebih kurang 6km dari sekolah berkenaan. Sepanjang perjalanan, ustaz waqar telah mencerikan kisah sebenar kejadian.

“ adik saiful (arwah) merupakan seorang yang mesra dengan orang. Dia agak aktif disekolah dan pernah menjadi Johan pertandingan azan PASTI peringkat negeri Perlis (gambar hadiah yang dimenangi). Setelah masuk ke darjah 1, dia tinggal di asrama. Namun timbul beberapa kes disiplin sepanjang adik ni tinggal diasrama hinggalah pada kemuncaknya dia didapati mencuri wang rakannya berjumlah RM7. Maka dia telah dipanggil oleh ustaz (yang dituduh) yang merupakan warden asrama ke bilik warden. Ustaz telah bertanya kepada adik saiful tentang kecurian wang rakannya, dan dia mengaku berbuat demikian. Semasa pertanyaan diajukan, ustaz berkenaan telah mengikat kedua-dua tangan adik saiful dibahagian hadapan, bukan belakang. Namun sepanjang berada dibilik warden tersebut, TIDAK ADA penderaan fizikal yang berlaku sebagimana yang dilaporkan.

Sebaliknya ikatan tangan tersebut dibuka setelah ustaz berkenaan ingin keluar dan mengurung adik saiful dalam bilik berkenaan. Setelah 2 jam ditinggalkan, seorang lagi warden, ustaz y telah membuka bilik berkenaan dan mendapati adik saiful terbaring diatas toto sambil menggigil. Mulanya ustaz y mengesyaki adik saiful terkena sawan dan kacing gigi, namun beliau sendiri tidak pasti akan penyakit yang menyerang. Lantas ustaz Y terus membawa adik saiful ke hospital Kangar, namun pihak hospital tidak dapat menerima pesakit kerana banjir melanda Bandar Kangar pada masa itu. Seterusnya adik saiful dibawa ke Hospital Sultanah Bahiyah Alor Star dan terus dimasukkan ke wad ICU.

Pada malam kejadian itu juga ustaz h telah menemui ayah angkat adik saiful dan memohon maaf atas kesilapan dia mengurung arwah selama 2 jam. Sebelum ustaz h pergi ke hospital, dia terkejut dengan berita bahawa adik saiful dimasukkan ke icu, lantas dia terus menunaikan solat hajat”.

Selang 3 hari dari hari kejadiaan, adik Saiful dipanggil oleh Allah untuk mengadapnya pada jam 8 pagi hari ahad.”

Begitulah cerita sebenar kejadian kematian adik saiful yang telah diceritakan oleh rakan baik ustaz h. Kami terus pening kerana banyak percanggahan maklumat yang dibaca melalui media sebelum daripada itu. Kami terus sampai ke rumah Abang Zamri (ayah angkat adik saiful). Ketibaan kami disambut mesra oleh abang zamri yang kelihatan pasrah dan redha akan ketentuanNya. Adik saiful tinggal bersama keluarga Abang Zamri sejak umur 2 tahun setengah, setelah bapa adik saiful tidak mahu membelanya setelah kematian ibu adik saiful. “ dia seorang yang berani dan tak takut apa yang orang kata. Dia memang keras dan keberanian dia tak padan dengan umur dia” cerita abang zamri.

Setelah setengah jam berbual dengan abang zamri, kami pun memohon izin untuk pulang. GAMIS sempat menyampaikan sedikit bantuan kepada abang zamri atas musibah yang menimpa. Kami doakan agar abang zamri dan keluarga tabah dan sabar menempuh ujian yang mendatang. ( gambar Abang Zamri, senyum tanda terima kasih )

Semasa perjalan pulang, ustaz waqar sempat menyambung ceritanya tadi. Beliau turut mengaitkan kes ini telah menjadi suatu isu politik kepartian kerana sekolah berkenaan adalah dibawah parti PAS. Maka sebab itu, pelbagai cerita pelik yang timbul. Saya rasakan apa yang diceritakan oleh ustaz w adalah benar setelah melihat laporan forensik yang diberitakan bahawa punca kematian adik saiful adalah kerana kekurangan oksigen dan pendarahan dalam otak. Maka pelbagai kemungkinan boleh berlaku, namun nyata sekali tidak ada kesan LEBAM akibat pukulan yang berlaku sebagimana yang dilaporkan oleh media. Lihat laporan ini, meninggal akibat kekurangan oksigen.

Kami juga dibawa melihat bilik warden yang dikatakan tempat adik saiful dikurung oleh warden berkenaan. Bilik tersebut bukan hanya pejabat, bahkan tempat tidur ustaz berkenaan. Banyak lagi persoalan yang timbul disebalik kejadian berkenaan, namun Allah sahaja yang mengetahui kebenarannya. (gambar sekolah Al-furqan, tempat kejadian )

Apa yang sangat menyedihkan ialah apabila masyarakat telah ‘menghukum mati’ peribadi ustaz berkenaan yang hanya dituduh dan ditohmah oleh media yang sanga berat sebelah. Yang lebih teruk lagi bila politikus menjadikan isu ini sebagai senjata politik hingga mendesak sekolah agama berkenaan ditutup.

GAMIS bukan membela tindakan ustaz bekenaan, namun apa yang kami harapkan ialah keadilan mesti diberikan kepada mereka yang terlibat. Media jangan cepat mnghukum hingga masyarakat pada hari ini memberi tanggapan yang sangat negatif kepada sekolah agama rakyat. GAMIS juga mendesak agar jangan libatkan politik yang melampau dalam kes ini hinggalah mahkamah yang menentukan siapa yang bersalah dalam kes berkenaan. Kita doakan agar keadialan diberikan kepada mereka yang berhak, dan pembalasan yang sepatutunya kepada yang zalim.

rombongan GAMIS kerumah arwah adik saiful, bergambar bersama abang zamri

SUMBER : http://www.mygamis.net/2011/04/kematian-adik-saiful-apa-ceritanya.html

Monday, April 11, 2011

April Bulan Inovasi

12 April 1961. 50 tahun dulu, Yuri Gagarin menjadi manusia pertama sampai ke orbit angkasa lepas. Ia merupakan kejayaan besar manusia dalam memahami lebih dekat lagi persekitaran bumi yang dihuni ini.

3 April 1973, telefon bimbit pertama digunakan oleh Martin Cooper setelah prototaip ciptaan syarikatnya Motorola siap untuk diuji.

Inovasi boleh berlaku setiap tahun, tetapi sekiranya ada satu bulan yang boleh dicadangkan sebagai Bulan Inovasi, mungkin April layak.

Monday, March 07, 2011

Sharing: KITCHEEN QUEEN: Hati-hati!

Assalamu’alaikum W.B.T.



Saya tak pasti ramai yang dah tahu ke belum tapi just nak berkongsi supaya kita semua berhati-hati dengan promoter Kitchen Queen dan yang seumpamanya. Biasanya ada kat Giant atau Carrefour.



Mula-mula akan ada seseorang offer beg recycle free tapi kene isi survey form. Lepas dah isi dia suruh buka voucher. Mungkin boleh dapat hadiah free. Dan biasanya orang ramai akan “bertuah” sebab dapat 2 hadiah percuma + RM50 diskaun. Kononnya kita antara 1% orang yang bertuah yang dapat voucher tersebut. Mereka akan “berlakon” buat-buat terkejut, telefon bos untuk semak nombor siri dan sebagainya.



Tapi nak dapat 2 hadiah percuma tu, perlu beli 1 barang mereka dengan diskaun RM50. Antara barangannya adalah dapur elektrik, penapis air, set periuk (30 pcs), vacuum, blender, pengurut kaki. Dan barangan mereka semuanya berharga RM2K ke atas.



Mereka akan beritahu total 3 barang tersebut adalah RM10K tapi kita cuma perlu bayar RM3K. Kalau guna kad kredit atau kad debit yang terpilih, boleh dapat hadiah percuma lagi. Memang nampak sangat menarik dan berbaloi tapi tak pasti lagi kualiti barangnya macam mana. Kalau kita cakap yang kita tak cukup duit, dia offer kita untuk buat reservation dulu. Bila dah ada duit boleh datang semula.



Kes ni dah lama berlaku, sejak 2009 atau mungkin sebelum itu lagi. Ramai orang rasa tertipu dengan cara dan taktik mereka. Kononnya hanya 1% atau 30 orang yang bertuah tapi sebenarnya semua pun “bertuah”. Dah ada orang yang failkan saman dan dah dapat duit mereka semula.



Memang ramai yang beli sebab tertarik dengan offer tersebut. Ramai yang fikir, “Nanti dah takde offer camni lagi. Rugi...” Padahal ada tak guna pun barangan “percuma” yang mereka dapat. Rugi dan membazir!



Kesimpulannya, berhati-hatilah dengan situasi sebegini. Dan ingatan untuk diri sendiri terutamanya, beli barang sebab keperluan bukan sebab offer. Bersederhana dan jangan membazir. Buat decision semasak-masaknya, check quality, compare harga, tanya pendapat orang lain dan sebagainya.



Boleh sama-sama baca di SINI pengalaman orang ramai.



Semalam saya pun turut menjadi ”orang bertuah” tapi tak jadi beli sebab berkejar nak solat Maghrib. Alhamdulillah… Sesungguhnya solat itu memang mencegah daripada perkara-perkara yang tak baik.



Wallahu’alam.





Regards,

Email Blogger

Wednesday, March 02, 2011

Relax aje bayar saman


Kat PP Dengkil

Kalaulah depa belajar konsep anak-ibu susuan Islam

'Ice cream made from breast milk has been removed from a central London restaurant on health grounds following complaints by members of the public. The dessert, called Baby Gaga, went on sale at ice cream parlour Icecreamists in Covent Garden in February. But Westminster Council officers removed the product to make sure it was "fit for human consumption". Icecreamist founder Matt O'Connor said the donor was medically screened and the milk mixture was pasteurised. The ice cream was churned with donations from London mother Victoria Hiley, and served with a rusk and an optional shot of Calpol or Bonjela. Each serving costs £14.

'Westminster council said it had received two complaints from members of the public and concerns were raised by the Health Protection Agency and Food Standards Agency. Tory Westminster Councillor Brian Connell said: "Selling foodstuffs made from another person's bodily fluids can lead to viruses being passed on and, in this case, potentially hepatitis. As the local authority we will support small businesses and applaud innovative ideas wherever possible, but must protect the health of consumers" - The BBC Website

Tuesday, January 18, 2011

Sunday, January 16, 2011

Eksperimen Laluan Gombak-Cyberjaya

Mula: IIUM Gombak
Tamat: Bangunan MPS Cyberjaya
Waktu: Sekitar 8.30 - 9 pagi

Selama dua tiga minggu aku mengkaji laluan-laluan yang ada. Boleh sahaja aku baca forum atau tanya Lebai Google melalui anaknya Professor Map, tetapi aku ingin merasai sendiri keperitan hidup di KL mengharung kesesakan lalulintas setiap hari. Ini antara pemerhatian yang dapat dibuat:

Jalan MRR2 pilihan yang natural, namun jalan mula sesak di hadapan Taman Melawati. Ia berakhir di susur keluar ke Jalan Ampang. Besar kemungkinan kerana susur keluar DUKE di ADNI Taman Seri Ukays yang mula dibuka sejak awal 2010.

Dari MRR2 susur ke Jalan Genting Kelang untuk ke Bulatan Pahang. Ada dua jalan yang boleh diambil dari sini. Pertama ambil Jalan Tun Razak. Traffik agak perlahan tetapi masih lancar. Dari situ boleh ke Sg Besi. Kemudian samada ambil Plus RM1.60(susur keluar Serdang) atau guna lebuhraya MEX RM4. Kedua bypass bulatan menghala Jalan Istana ke Sg Besi. Agak jauh sedikit tetapi traffik lebih lengang.

Masalah guna Jalan Genting Kelang ialah di Jalan Genting Kelang (JGK) sendiri. Traffiknya boleh statik untuk beberapa ketika. Walaupun tidak sejauh kesesakan MRR2, tetapi sekurang-kurangnya di MRR2 kenderaan masih bergerak.

Kemudian aku cuba dari Jalan Sg Pusu terus melalui sepanjang Jalan Gombak untuk susur keluar Jalan Genting Kelang, dengan harapan dapat bypass kesesakan sepanjang Jalan Genting Kelang. Negatif: Sesak nak masuk.

Kemudian dari MRR2 aku keluar di susur JGK. Traffic light pertama terus susur ke LRT Wangsamaju. Menghala Taman Seri Rampai, Setiawangsa dan Jelatek. Di persimpangan Jalan Ampang, ambil ke kiri boleh juga kerana di MRR2 sudah reda lalulintas melepasi Ampang Point. Namun aku cuba ke kanan menghala KLCC untuk susur ke Jalan Tun Razak. Alhamdulillah traffik lancar. Sekiranya aku tidak ambil MEX masih OK kerana kesesakan di Bandar Tun Razak sudah reda sekitar jam 9 pagi.

Aku akan cuba jalan ini dulu sementara jumpa alternatif yang lebih baik.

Wednesday, January 12, 2011

#tanyanajib

Kalau betul ikhlas untuk memperbaiki ekonomi negara, mengapa tidak diterima cabaran Anwar Ibrahim?

Tuesday, January 11, 2011

Cakap tanpa fakta: Ilmuan atau bukan ilmuan sama sahaja

Sementara itu Pengarah Institut Kajian Etnik Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Prof Datuk Shamsul Amri Baharudin berkata cabaran Anwar untuk berdebat dengan Najib mengenai polisi ekonomi, dilihat sebagai satu usaha terdesak.

Katanya, Anwar tidak perlu untuk berdebat memandangkan rakyat kini lebih cenderung menonton majlis yang berbentuk forum perdana.

- Bernama

Wow, ini bukti talk is cheap.

Peluru masuk kepala keluar hidung

An Italian man, hit in the temple by a bullet during New Year's Eve celebrations, has unbelievably sneezed it out of his nose. 28-year-old Darco Sangermano was hit in his head by a stray .22 calibre bullet while wandering with his girlfriend through the city of Naples notorious for its rowdy New Year celebrations. The bullet went through the right side of his head, behind his eye socket and lodged in his nasal passage but miraculously did no serious damage. Bleeding heavily, he was taken to hospital in an ambulance shortly after midnight, but while waiting to be seen by doctors he sneezed and the bullet shot out of his right nostril' - NDTV.com

Benar tapi pelik. Pantang maut sebelum ajal. Sudah gaharu cendana pula.

Motivasi Belajar Sekotak Pensel Warna

Ketika itu aku masih kecil, sebaya umur anak sulungku sekarang. Walaupun ketika itu tiada Iqra', Bacalah Anakku, Read Easy mahupun Bacalah Jawi, tetapi belajar tetap belajar. Motivasi belajar untuk mendapat sesuatu bukanlah bagus, tetapi ia bukan satu kesalahan. Aku perlu belajar bersungguh-sungguh untuk dapatkan kelengkapan mewarna yang baru. Pensel warna kakak yang kupakai sekian lama telah menjadi sepanjang ibu jari. Oleh kerana ibu berjanji membelikan yang baru, aku belajar bersungguh-sungguh. Penggal itu aku mendapat nombor satu di dalam kelas. Petang itu berbunga-bunga gembira beritahu ayah dan mak tentang keputusan penggal kedua itu. Aku tahu mak dan ayah bukannya ada duit, tambahan pula sekarang belum masuk gaji. Tetapi esoknya ibu menghadiahkan pensel warna yang baru. Ya pensel warna Luna 12 batang saiz pendek, kecil tetapi sangat bermakna kerana ia kepunyaanku sendiri, bukan '2nd hand'.

Beberapa dekad berlalu kini aku pula membelikan pensel warna untuk anak-anak. Mungkin kerana hidup tidak sesukar dulu, mungkin kerana harga sekotak pensel warna tidak semahal dulu atau mungkin perbezaan prioriti tentang pendidikan anak, anak-anak kita sekarang tidak sesukar dahulu untuk mendapatkan sekotak pensel warna. Bukan sekadar tidak perlu berjuang untuk mendapatkan sesuatu, bahkan mereka telahpun dapat lebih awal, iaitu sekitar umur 4 tahun kita sudah belikan peralatan menulis dan melukis, atas alasan motor skill perlu diasah seawal mungkin. Tamatkan Iqra' 4 untuk mendapat Lego Star Wars terbaru; itu motivasi era ini. Anak zaman ini sudah terlalu sofiskated; bawa Sony Ericsson Vivaz ke sekolah, RPG Doom dan Tomb Raider tidak cool kerana tidak dimainkan di internet seperti Crazy Shooter Online mahupun Farmville, atau sekadar selesa mendengar subversif alternative punk rock indie menggantikan rock kapak. Sekotak pensel warna mungkin telah bertukar dari kehendak kepada keperluan.

Saturday, January 01, 2011

Malam Tahun Baru: Seperti biasa aku....

Seperti biasa malam tahun baru mengantuk gila. Sedar-sedar dah subuh. Tahun ini pula agak istimewa...

101231 2001
Sekitar jam 10 aku sudah bergerak dari KL ke Putrajaya. Menghirup udara KL di malam tahun baru. Memang kelas. Singgah di stesen minyak. Banyak motorsikal parking. Kiri-kanan penuh. Nak isi minyak kena minta kebenaran (angkat tangan). Group lain-lain. Macam-macam. Ada macam punk, ada macam rock, ada macam mat motor klasik, ada geng rojak (tak clear identiti) dan sekadar campur lelaki perempuan. Apalah budak-budak perempuan ni buat malam-malam kat luar. Mak bapak dia tahu ke tidak?


101231 1048

Sampai tempat gathering. Best jumpa teman lama dan teman baru. Borak-borak sambil ngeteh. Perbincangan dari hal anak-anak sehingga harga rumah Putrajaya dan lesen takaful. Kemudian dengar pengisian Ustaz tentang tarbiyyah. Baca Quran sebelum menjadi as-Syahidul Quran.

110101 0405

Bangun, solat dan berjemaah. Gatal tekak batuk-batuk dan selsema bertambah teruk. Sempat diminta menjadi muazzin Subuh.

110101 0730

Seronoknya minum ramai-ramai kedai mamak di pagi tahun baru, aktiviti debit lemak ganti aktiviti defisit lemak yang gagal dilaksanakan, riadhah. Ada sahabat tabligh mendahului kami di kedai mamak. Macam-macam cerita sejarah D&T di Malaysia disingkap dan dibincang. Priceless moment.

110101 0900
Bersurai. Masing-masing ada urusan dunia menanti untuk diselesaikan. Namun seperti sahabat tabligh itu, kami bersyukur memulakan tahun baru masihi dengan langkah kanan. Semoga ukhuwwah dan usaha ini diberkati.

Thursday, December 30, 2010

Pindah KL

Memang aku lahir dan membesar di KL. Namun beberapa dekad lalu KL tentulah tidak sama dengan KL sekarang. Aku sangat selesa dengan ketenangan dan kehijauan kampung di Banting dan persekitarannya. Kanchong Darat kampung yang sangat tersusun, Kampung Endah yang memang indah dan Morib yang semakin bersih dan cantik. Sewaktu mula bekerja aku menetap di Bangi dan sering ke Bandar Baru. Kemudian aku 'settle down' di sini. Walaupun semuanya 'not easily accessible', aku happy dan terasa suasana kampung yang diidam-idamkan.
Namun kini kami memasuki fasa baru di dalam hidup kami bila zaujati mula berkhidmat sebagai warden sekolah. Kami menghuni rumah warden. Bagi Tha dan adik-adik sekolah baru dan persekitaran berbeza, bagi aku perjalanan yang jauh dan mencabar ke tempat kerja. Bagi kami sekeluarga? Culture Shock.
Sebelum ini untuk ke klinik, shopping complex mahupun sekadar membeli roti canai untuk bersarapan, semuanya memerlukan perjalanan yang agak jauh. Namun sekarang ini semuanya 'on walking distance'. Walaupun sebenarnya ke Jaya Jusco tu 'practically jogging distance'.
Aku rasa banyak lagi perbezaan duduk di kampung berbanding berada di KL. Aku harap kami dapat 'adapt and adjust' dengan suasana baru ini.

Wednesday, December 29, 2010

AFF Suzuki Cup 2nd Leg

Superb penalty saves (wonder what happen if the penalty go through), great Safee Sali finish, great defense and overall performance. Malaysia are the champion.